“M-mas … “ Sabrina mencoba untuk bangun, meski tubuhnya sakit karena Beni mendorongnya dengan cukup kencang. “Apa yang kau lakukan?” Sabrina berusaha untuk bersikap biasa meski sebenarnya ia pun marah karena Beni tiba-tiba mendorongnya sampai terjatuh seperti itu. “Dasar wanita kot0r!” bentaknya, sepertinya pria ini memang ingin meluapkan kekesalannya kepada Sabrina, amarah yang selama ini terpendam ingin ia keluarkan hari ini kepadanya. Sabrina menghela nafas, “Apa kau hanya ingin mengumpatku?” Beni tersenyum sinis, “jika bisa aku bukan hanya ingin mengumpatmu tapi aku juga ingin mence-kikmu!” “Lalu kenapa kau tidak melakukannya, jika hal itu membuatmu puas maka aku tidak keberatan.” jawab Sabrina, Ia ingin mengakhiri semua ini. Sabrina juga lelah dihantui rasa bersalah kepada manta

