Penjelasan

1830 Kata

"Ka-kamu?" Wajah Mery memucat, gadis itu memundurkan langkahnya beberapa saat. Bahkan, mainan yang Mery pegang untuk menghibur Devan langsung terjatuh ke tanah. Mery spontan menutup mulutnya yang bergetar akibat menahan tangis. Perlahan, Arga mendekati Mery, reaksi tubuhnya masih sama seperti dulu. Jantungnya berdebar-debar dan hatinya yang mendadak menghangat. Arga menatap Mery dengan mata berkaca-kaca. Sayangnya, gadis itu menampilkan respon yang tak terduga sebelumnya oleh Arga. Mery malah melihatnya dengan rasa takut yang tidak bisa dimengerti oleh cowok itu. Sedangkan, Della masih menimbang-nimbang apa yang ingin ia lakukan. Wanita itu malah memandang Arga lamat-lamat. Arga tidak asing di matanya. Ia seperti pernah melihat cowok itu. Tapi dimana? "Mery, ini aku, Ry. Arga. Pacar ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN