Ternyata kita tidak seperti yang dibayangkan. Tidak pula bahagia. Tidak juga kecewa. Namun, bergantung pada sebuah penjelasan yang tak kunjung datang. -Ignore- ••• Arga meringis pelan bersamaan itu matanya juga terpejam rapat, sesekali mengintip cewek yang tengah bersimpuh membersihkan lukanya menggunakan kapas dengan penuh kehati-hatian. Posisi mereka berbeda, Arga duduk di sofa. Sedangkan cewek itu bersimpuh di depan kakinya yang jenjang. Tak luput dari pandangan Arga, Aileen sesekali tercyduk, senyum-senyum nggak jelas seperti orang gila. "Pelan-pelan, g****k! Sakit!" Arga berucap kesal. Senyum Aileen memudar seketika. Arga sengaja melakukan semua itu, ia tahu Aileen sedang kesenangan karena berhasil membuang-buang waktu bersamanya. "Iya-iya. Gue udah pelan-pelan nih. Lo-nya ju

