“Kak Satria?” Satria menoleh dan tersenyum. Dia turun dari motor sport-nya dan menghampiri Putri yang baru saja keluar dari rumah dan membuka pagar. Putri mempersilahkan Satria untuk masuk dan keduanya duduk di kursi teras. Cewek itu sempat masuk sebentar ke dalam rumah untuk meminta pembantu rumah tangganya membuatkan minuman. “Lagi sibuk?” Putri menggeleng. “Nggak. Baru aja selesai ngerjain tugas buat hari Senin lusa. Kenapa, Kak? Tumben datang ke sini. Malam Minggu pula. Nggak pergi main sama kak Setyo?” Satria mendengus dan terkekeh geli. “Lo kan tau kalau Setyo bucin setengah mati sama Aulia. Dia pasti lagi di rumah Aulia atau jalan-jalan ke luar sama Aulia.” “Hm. Jadi Kak Satria dicampakkan sam

