“Stevano?” Austine yang sedang membereskan peralatan makan Aulia, menoleh sekilas dan tersenyum. Saat ini, keduanya sedang berada di salah satu kamar di rumah sakit yang berada tak jauh dari kolam renang tempat mereka tadi datangi. Meskipun Aulia tidak mengalami luka selain pada pelipisnya dan sudah diperban oleh salah satu staf di kolam renang, namun Austine menginginkan yang terbaik bagi Aulia. Cowok itu memaksa Aulia untuk dibawa ke rumah sakit guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tadi, Austine sudah menelepon keluarganya dan memberikan informasi mengenai Aulia. Kedua orang tua mereka berniat untuk datang, namun Austine melarang karena katanya tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Tapi, si kembar Putra-Petra akan tetap datang sekalian menjemput mereka katanya.

