Empat tahun yang lalu... Senja saat ini sudah duduk di bangku kelas delapan, di sebuah sekolah menengah pertama swasta yang terkenal akan kepandaian para siswa-siswinya. Cowok itu sedang berdiri di lantai tiga, di depan ruang klub ekstrakulikulernya. Kedua tangannya diletakkan di pembatas dan matanya sibuk menatap ke arah siswa-siswi yang sedang berlalu-lalang di bawah, di lapangan. Beberapa juga sibuk keluar-masuk kantin atau duduk di lapangan sambil memakan bekal makan siang mereka. “Ngapain lo di sini, Sen?” Senja menoleh sekilas dan menemukan teman sekelasnya, Dimas, sudah berdiri tepat di sampingnya. Cowok berkacamata itu ikut menatap ke bawah, ke arah para siswa-siswi yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing itu. “Ngelia

