Putri meninggalkan Satria begitu saja tanpa menunggu respon dari cowok itu. Tak jauh dari tempatnya dan Satria tadi berbincang, Putri menghentikan langkahnya. Cewek itu terengah dan menelan ludah. Wajahnya semakin memanas, bahkan sampai ke telinga dan leher. Berani bertaruh, pasti bukan hanya wajahnya saja yang memerah, tapi juga telinga dan lehernya tersebut. Menyeka sebulir keringat yang turun di pelipisnya, Putri menarik napas panjang. Cewek itu merasa tidak enak sekarang karena sudah dengan tidak sopannya meninggalkan Satria begitu saja. Pasti Satria merasa kebingungan sekarang. Atau, mungkin juga Satria merasa sakit hati karena sikap tidak sopannya ini. Sekarang, Putri menjadi merasa bersalah. Padahal, sejak kecil, dia diajarkan untuk selalu sop

