Ketika Nada sedang mengurus salah satu pasien pandangannya tiba-tiba kabur, ia menggelengkan kepalanya agar dapat fokus namun yang ia dapat hanya semakin memperburuk keadaanya saat itu. " Dokter kenapa.? " Tanya anak perempuan berusia 10 tahun itu kepada Nada. " Nggak kenapa-napa kok." Balas Nada dengan senyuman. " Dokter bohong, buktinya tangan dokter panas dan wajah dokter juga sangat pucat. " Ungkap anak itu sekali lagi. Nada hanya menyunggingkan senyum, ia tidak ingin terlihat lemah di depan pasiennya itu. Setelah ia selesai memeriksa keadaan anak itu tiba saatnya untuk pergi. Ketika meninggalkan ruangan itu dan berjalan di sepanjang koridor, perasaan lain mulai menghampirinya. Nada memegang dinding koridor agar tidak sampai terjatuh, rasanya sangat pusing dan keseimbangannya

