Ku kancingkan kancing kemeja diriku kemudian mengambil tuxedo hitam yang akan membalut tubuhku. Ku rapikan ujung tuxedoku lalu tersenyum menatap pantulan diriku di cermin. Walaupun, aku bukan termasuk pria metroseksual yang suka mematut diri di cermin. Tapi, biarkan hari ini aku melakukannya. Setidaknya ini akan menjadi hari special untuk Aurora. Kuusap dagu mulusku tanpa sedikitpun rambut-rambut halus memenuhinya. Kurapikan rambutku yang sudah ditata rapi layaknya model Hollywood yang memamerkan jas-jas berharga super mahal yang membuat pemakainnya terlihat seperti CEO tampan. Aku tersenyum membayangkan bagaimana cantiknya Aurora mengenakan gaun pesta. Membayangkan ia menyambutku dengan senyum khasnya membuat hatiku berbunga. Kuharap malam ini menjadi titik awal kebangkitannya, kebera

