“Kamu yakin mau ngelakuin ini?” tanyaku untuk ke sekian kalinya membuat Dave yang sedang menyetir menatapku sejenak, lalu kembali mengangguk. Aku menatap Dave ragu. Mataku beralih kebelakang menatap kedua bayi cantikku yang sedang duduk tenang di kursi khusus bayi yang dipasang Dave di mobilnya. Mereka yang tidak tau apa-apa hanya tertawa senang memainkan mainan yang kuberikan sembari bercakap-cakap dengan bahasa mereka, tanpa tau apa yang sedang Bundanya pikirkan. “Dave.. Sebaiknya kita cancel saja,” desakku mencoba menggoyangkan tangannya yang sedang menyetir. “Cancel lagi?” tanyanya tak terima. “Kita sudah 2 tahun lebih menikah dan tak pernah sekalipun merasakan indahnya bulan madu, jadi sekarang biarkan beberapa hari ke depan hanya untuk kita berdua.” Aku kembali menatapnya sembar
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


