XXXL 32 Aurora~ Kepuhunan

2775 Kata

Aku masih memejamkan mata saat samar-samar mendengar suara handphone berbunyi. Kubuka mataku perlahan namun tertutup lagi karena otakku tak cukup kuat memberikan perintah untuk mataku terbuka. Kurasakan derit dari ranjang di sebelahku  pertanda seseorang sedang bergerak. Tangan seseorang bergerak menyentuh rambutku, lalu bergerak memeluk tubuhku dan menciumi punggungku sehingga membuatnya kembali meremang. Dipeluknya tubuhku dari belakang, lalu membenamkan dagunya di lekukan leherku sehingga membuatku sedikit kegelian. Aku dapat merasakan hangat dan tegapnya d**a telanjangnya bahkan bulu-bulu halusnya serasa menggelitik punggungku. Ia mendekap erat tubuhku, meletakan kepalaku di lengannya lalu mengaitkannya, menciumi rambut, membuatku sedikit merenyit saat merasakan bulu-bulu sedikit k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN