10

1306 Kata

10 Flora memandang sosok Arion yang berlalu dengan mata hampir tak berkedip. Bibirnya terasa bengkak. Arion menciumnya! Dengan panas! Flora bersandar di dinding dan memejamkan mata. Dengkulnya terasa lemas. Ia pun melongsor dan terduduk di lantai. Apa yang terjadi barusan? Benarkah Arion menciumnya? Ataukah ia masih tidur dan bermimpi? Tanpa sadar Flora meraba bibirnya. Ciuman Arion masih membekas dengan dahsyat. Ia tidak bermimpi. Jadi mengapa Arion menciumnya? *** “Ada apa, Bung?” Pertanyaan itu membuat Arion yang sedang menyesap wiski, melirik malas sahabatnya yang tampak duduk santai di seberangnya. Mereka sedang berada di bar yang ada di hotel milik Arion. Ia menghubungi Harvey setelah meninggalkan Flora. Ciuman mereka membawa pengaruh besar pada dirinya. Butuh lebih dari tig

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN