Pelukan hangat Mom menyambut Jessi yang muncul dari balik pintu. Ia masih menggunakan seragam sekolahnya meski beberapa bagian roknya tampak kusut dan dipenuhi noda karena duduk di bangku taman dengan sembarangan. Ia bahkan tak melihat seberapa banyak debu yang menempel di sana sebelum mendaratkan bokongnya karena terlalu lelah. Maklum, Jessi berlarian ke sana kemari seperti anak anjing yang kehilangan induknya. Atau mungkin, perumpamaan ini terlalu sederhana karena menghilangnya Alex bisa jadi akan menyebabkan sesuatu yang lebih berbahaya;kematian. "Terima kasih karena sudah mengantar putriku dengan selamat," kata Daniel, sembari menjabat tangan Tom. Terlihat dari kedua bibirnya yang langsung mengatup dan sorot matanya yang berkaca-kaca, Daniel menampilkan perasaan lega seka

