"Jika kau berani-berani membicarakanku di belakang dan membuat rumor tak benar, aku tak segan-segan menyingkirkan kalian." Tubuh Maribeth pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban atau bahkan penjelasan dari Jessi maupun Nathaniel. Membuat Nathaniel menggeleng tak habis pikir sebelum kemudian kembali memasukan satu buku terakhir dari atas meja, dimasukkan ke dalam tas ranselnya. "Gadis itu terdengar mengerikan." Dan Jessi mengangguk dengan setuju. "Omong-omong, kau belajar dan berdoa di gereja mana, Nath?" "Kau akan mengetahuinya setelah aku menjadi pendeta," kata Nathaniel dengan suara menggoda diiringi satu kedipan mata sebelum benar-benar meninggalkan Jessi sendirian di dalam kelas. Gadis itu pun turut meninggalkan kelas dan berjalan menuju gerbang sekolah. Ia hendak menunggu taksi s

