Jessi menarik napasnya dalam-dalam, sembari mengencangkan pegangannya pada tali ransel yang kini menggantung sempurna di punggungnya. Ia menatap pintu kaca di hadapannya sekali lagi sebelum kemudian memutuskan untuk mendorongnya dengan perlahan. Menciptakan derit lain yang menarik atensi murid-murid lain yang sudah lebih dahulu ada di kelas. Manik biru gadis itu abai pada setiap pandangan yang menatapnya penasaran. Terutama saat matanya bertemu dengan Monnie Rich. Gadis popular itu akhirnya kembali masuk ke sekolah setelah beberapa hari tidak datang tanpa kabar. Rumornya, Monnie sakit. Namun Jessi yakin sekali bahwa gadis itu merasa malu karena insiden yang terjadi di kafetaria waktu itu. Bagaimana seseorang seperti Jessi dengan berani dan tanpa rasa bersalah menampar wajah Monnie begitu

