Bab 25

985 Kata

"Berteman dengan Nathaniel, huh?" Mata biru Jessi menoleh cepat ke arah Jason yang selalu tiba-tiba muncul di dekatnya. Seperti hantu yang mendengarkan setiap ucapan para murid di First High School. "Siapa yang mengizinkanmu untuk duduk di sini, bersamaku?" Laki-laki bermata cokelat itu terkekeh pelan. Sembari menurunkan piring berisi pasta dan daging asap dari nampan yang dibawanya tadi, Jason bersikap dengan santai dan mulai menikmati makan siangnya di salah satu meja kafetaria bersama Jessi. "Aku duduk di sini atas kemauanku," ucap Jason. Membuat Jessi yang ingin sekali melampiaskan emosinya mendadak terdiam. Membuang-buang waktu adalah sesuatu yang sangat dihindari oleh gadis itu. Kini, dirinya harus fokus agar dapat segera mengungkap kebenaran di balik kematian sahabatnya, Rach

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN