Senyumnya terlihat jelas menghias di bibir ketika melihat rumah kesayangannya ada di depan mata,setelah mobil berhenti tepat di halaman rumah ia langsung turun tanpa menunggu Nanda yang bersamanya. “ Abang jarang pulang ke rumah ya?” tanya Afila setelah berhasil membuka pintu. Nanda yang sudah berada di belakang Afila mengangguk. “ Abang,Afila nanya nih di jawab dong.” dengan kesal Afila mendongakkan kepala menatap Nanda yang tengah tersenyum sejak tadi. “ Sering balik sih enggak,di bilang jarang juga nggak.Netral aja.” “ Tapi ini rumah kok rapi bener ya.” “ Abang tiap pagi yang ngerapiin,” Afila mencubit pinggang Nanda kesal “ Giliran yang baik dia semangat banget ngakuin.” “ Emang abang kok,ini kan rumah kita.” Jawabnya sembari menahan tangan Afila agar tidak menguatkan cubitan

