Berkas tersusun cukup tinggi membuat Nanda menghela nafas pasrah,hari ini banyak berkas masuk yang harus ia Analisa.kembali,membubuhi tanda tangan di sebagian berkas lainnya. Jam istirahat di lalui tanpa ada sepiring menu makan siang,hanya segelas Cokelat panas yang tadi ia pesan melalui sekretaris pribadinya. Di sisi lain,sosok perempuan yang masih bergelung di tempat tidur berulangkali menatap kesal karena panggilannya tidak kunjung di jawab. " Kemana sih,nggak ngangkat dari tadi," ujar Afila mengulang kembali panggilan tersebut." Sibuk banget apa ya? ke kantor aja deh," ia bangkit dari tidurnya dan menuju ke kamar mandi. " Jangan terima siapapun tamu yang datang ke ruangan saya,Zee." Kata Nanda setelah panggilannya terhubung dengan bagian resepsionis. " Baik pak," Setelah panggil

