AUTHOR Gelisah, mungkin kata itulah yang tepat untuk menggambarkan perasaannya saat ini. Perasaan tak tenang bercampur cemas, membuatnya berkali-kali bergumam melafadzkan dzikir, berharap kecemasannya akan hilang. Tak terasa waktu sudah berlalu selama lima belas menit, namun dia masih saja berdiri cukup jauh dari pedagang batagor dan siomay yang sedang sibuk melayani pesanan pelanggan. Beberapa menit yang lalu dia baru saja mengirimkan pesan singkat kepada gadis kecilnya. Meskipun selang beberapa menit kemudian gadis itu langsung membalasnya, namun entah kenapa hatinya tetap seperti ada yang mengganjal. Matanya bahkan berkali-kali mengecek notifications dari benda persegi panjang yang senantiasa ia genggam. Syukurlah antrian sudah semakin pendek, itu artinya dia bisa segera mendapatka

