Tak Ada Luka yang Abadi

1633 Kata

Assalammu'alaykum Happy reading Aku perlahan membuka mataku saat mendengar suara sesorang yang tak asing di telingaku. Kepalaku masih terasa berdenyut - denyut dan tubuhku pun masih terasa dingin. Aku mengedarkan pandangan ke sekelilingku, mencoba mengenali dimana aku berada sekarang. Aku merasa asing berada di tempat ini. Kulirik jam didnding yang bertengger di dinding ruangan ini, sekarang sudah pukul 10 malam, aku pingsan atau tertidur? Entahlah. Terasa tangan seseorang mengenggam erat tanganku, aku kembali menetralkan penglihatan ku untuk melihat sosok yang kini menatapku dengan ekspresi yang sulit untuk ku artikan. Ada raut kekhwatiran ada juga kesedihan, pakaiannya nampak kusut dan rambutnya juga acak - acakan. Sosok itu adalah suamiku- mas Ridwan. Apa yang terjadi padamu mas?.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN