Perempuan itu Istimewa (satu)

1460 Kata

 SYIFA Aku ikuti langkah kakiku yg membawaku menuju kursi yang berada di taman kampus. Syukurlah, dosen yang mengajar mata kuliah pertama tadi berbaik hati dengan tetap melempar sebuah senyuman meskipun aku terlambat. Ya, walaupun itu tak dapat menjamin kalau dosen tersebut tidak marah. Bukankah, Hujan dapat turun tanpa ada mendung sebelumnya. Subhanallah, langit begitu indah layaknya perpaduan warna diatas kanvas yang dipoles oleh sang pencipta. warna biru muda yang mendominasi serta awan berwarna putih cantik yg menutupi sebagian langit. Sambil memandangi langit yang keindahan membuatku tersenyum, ku dengarkan murotal surat Ar-Rahman yang biasa ku dengar setiap harinya di sela-sela waktu senjangku. "Maaf, boleh saya duduk disini?", tanya pria yg tadi pagi aku temui. Aku beranjak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN