Malam itu, Kala dia mengungkapkan segalanya. Aku hanya bisa termenung dan terdiam atas ucapannya yang menyakinkan diriku akan perasaannya. Meski dalam hati sungguh telah percaya kepadanya namun fikiran memaksaku tuk tidak begitu mempercayainya. Rasa ragu terus berkelana dalam fikiranku terlebih ketika ia masih memelukku hangat. Ingin diriku membalas pelukannya dan berkata "Iya Kak, aku mencintaimu. Namun ragaku begitu menolak Akan dirimu". Ia melepaskan pelukannya dan berpindah tepat di depanku seraya tersenyum hangat padaku "Tidur Lah agista.., Lupakan semua dan pejamkan mata indahmu. Aku kembali ke kamarku". "Kak.., bisakah kau mengelusku selagi Ku tidur. Aku rindu elusan bundaku". "Tentu.. ". Aku berbaring di kasur dan memiringkan badanku ke arahnya. "Give me one song Kak.. ".

