Bab 49

1189 Kata

Ruangan putih itu hening. Ada dua manusia di dalamnya yang saling berdiam diri. Satu terbaring di atas tempat tidur dalam keadaan lemah, dan yang satu lagi duduk di kursi di samping tempat tidur dengan wajah sedih. “Aku ikut berduka atas kejadian ini.” Setelah sekian lama, akhirnya keheningan itu pecah oleh suara pelan Wilson. “Aku harap kamu bisa menerimanya dengan ikhlas.” Najma menghela nafas panjang. Pandangan sendunya menatap langit-langit kamar. “Aku sudah mengikhlaskannya, Wil. Sepertinya ini memang yang terbaik untuk semua. Jika dia terlahir ke dunia, maka situasinya akan sulit, karena ada darah Tuan Roger di tubuhnya. Aku tidak mau menyakiti perasaan Nona Agnes kembali karena jika bayiku tetap ada, mungkin akan terus ada pertemuan-pertemuan dengan Tuan Roger.” Wilson angguk-ang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN