Sora memejamkan matanya. Mencoba berpikir keras. Sebagai seorang penulis yang sudah terbiasa mengarang banyak naskah, bukan hal sulit bagi Sora untuk menebak bahwa pertanyaan seperti ini akan segera terucap padanya. Namun meski Sora tahu, dan sudah berusaha memikirkan jawabannya, Sora belum pernah berhasil melakukannya. Pertanyaan itu terus terngiang dalam otaknya. Menggundahkan hatinya. Ia belum memiliki keyakinan yang utuh. Tapi juga tidak siap untuk melepas. Samran menatap Sora lama. Penasaran dengan apa yang akan gadis itu sampaikan. Harapan Samran, tentu Sora memiliki keyakinan yang sama dengannya. Ya, Sora memang seyakin itu. Tapi dulu, sebelum perkara masalah Weton yang diprakarsai oleh Bude Pangestutik. Sora membayangkan betapa nanti rumah tangganya akan tetap terbayangi oleh

