'Romi, aku udah sampai di depan. Aku tunggu di mushola kayak biasanya. Buruan ke depan ya. Nggak pake lama!' Sora sudah memberi ultimatum, karena ia sudah telanjur merasa tak enak pada seseorang yang mengantarnya, akibat tragedi ditilang tadi. Bisa-bisanya hal seperti itu justru terjadi di momen pertama mereka keluar bersama. Kenapa tidak di lain waktu saja, saat mereka sudah lebih akrab satu sama lain. Kalau begini, justru makin canggung hubungan Sora dan Samran. Sora duduk di teras mushola. Sementara Samran berdiri di balik pagar. Ikut menunggu bagaimana jawaban Romi nantinya. Sora mulai kesal karena Romi tak kunjung membalas pesannya. Centang dua, tapi belum dibaca. Jangan-jangan Romi masih tidur jam segini. Karena biasanya juga begitu. Setelah setoran hafalan pasca sholat subuh, ke

