“Jadi, kapan kalian rencana mau punya momongan?” celetuk Bunda Nisa, ketika mereka—Bunda Nisa, Reya, Alan dan Ayah Ridwan—tengah menonton tv bersama di ruang tengah. Reya yang sedang mengupas apel untuk Alan pun seketika itu langsung menoleh pada suaminya. Kedua suami istri itu saling bertatapan, cukup lama. Sampai beberapa saat kemudian, Alan tampak mengerlingkan matanya jahil ke arah istrinya itu. “Bunda tunggu aja kabar baiknya,” ujar Alan sambil melirik sang istri dengan seringaian m*sumnya. Kemudian, Alan tampak menggeser tubuhnya lebih dekat dengan Reya, pria itu bahkan tampak mendekatkan wajahnya pada telinga gadis itu. “Jangan lupa malam ini,” bisiknya pada Reya yang kini tampak memandangnya dengan wajah bersemu merah. Reya terbatuk sebentar, perempuan itu merasa tenggo

