Bagai petir menyambar disiang bolong. Marni benar-benar terkejut. Dadanya bergemuruh hebat serta kepalanya tiba-tiba pening saat mengetahui kenyataan yang Arlan sampaikan. Sembilan bulan yang lalu bertepatan dengan kepergian Sandrina yang disebabkan oleh dirinya. Sang menantu ternyata hamil. Hasil USG yang Arlan serahkan benar-benar memancing bara api yang selama ini Ia pendam sebab kebenciannya pada sang mantan menantu akhirnya meledak juga. Ia yang memang tak menyukai dan tak menyetujui jika Sandrina menjadi menantunya kala itu. Melakukan berbagai cara agar tak bersatu dengan sang putra. Namun sebab tak bisa menentang ucapan Wijaya suaminya, Marni akhirnya terpaksa setuju. Marni tak menyerah. Ia terus menyudutkan Sandrina agar bisa menyerah. Namun, Sandrina yang selalu tegar dan berl

