PAMIT !

1811 Kata

    Irfan menatap pintu rumah yang sudahh tidak asing lagi baginya , ia bergulat dengan fikirannya. Entah keputusannya benar atau tidak datang kerumah ini malam hari. Sedari tadi irfan hanya mondar – mandir didepan pintu masuk layaknya orang kebingungan.     “ Ketuk atau enggak ya? ” gumam irfan menatap pintu dihadapannya itu .     Tangannya sudah hampir menyentuh pintu itu untuk diketuk , namun Irfan kembali menahan tangannya “ ah jangan deh ! ” kemudian irfan membalikan badannya untuk segera pergi meninggalkan rumah yang sudah tak asing lagi baginya.     Ini hari terakhirnya berada di indonesia karena besok ia sudah berangkat pergi ke amerika . Irfan tidak ingin menyesal jika tidak menemui ishycha terlebih dahulu sebelum pergi .       Irfan kembali membalikan badannya lagi m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN