Irfan menatap pintu rumah yang sudahh tidak asing lagi baginya , ia bergulat dengan fikirannya. Entah keputusannya benar atau tidak datang kerumah ini malam hari. Sedari tadi irfan hanya mondar – mandir didepan pintu masuk layaknya orang kebingungan. “ Ketuk atau enggak ya? ” gumam irfan menatap pintu dihadapannya itu . Tangannya sudah hampir menyentuh pintu itu untuk diketuk , namun Irfan kembali menahan tangannya “ ah jangan deh ! ” kemudian irfan membalikan badannya untuk segera pergi meninggalkan rumah yang sudah tak asing lagi baginya. Ini hari terakhirnya berada di indonesia karena besok ia sudah berangkat pergi ke amerika . Irfan tidak ingin menyesal jika tidak menemui ishycha terlebih dahulu sebelum pergi . Irfan kembali membalikan badannya lagi m

