Setelah berbulan-bulan Salsa merasa tidak sanggup lagi untuk hidup, ia sangat frustasi karena berkali-kali pindah. Apalagi perutnya yang sudah begitu besar membuat orang-orang berpikir dan menilai dirinya sebagai wanita yang tidak baik. Pekerjaannya pun tidak tentu karena banyak yang menolaknya, uang hasil kerja ia gunakan untuk membayar kontrakan dan makan. Bahkan ia juga jarang sekali bisa makan dengan teratur setiap harinya. Tak jarang Salsa juga memberanikan diri untuk mengamen di pinggir jalan, kadang juga membersihkan mobil-mobil di lampu merah agar bisa makan. Hidup sendiri tanpa seorang pun yang bisa di mintai tolong, yang ia pikirkan sekarang hanya calon anaknya. Usia kandungannya sudah memasuki sembilan bulan, sebentar lagi akan melahirkan. Uang untuk biaya persalinan ia tak pun

