Berawal dari ingin memulai kebiasaan hidup hemat. Dewa malah dituntun menuju jalan malapetaka. Dewa bingung, dia bolak-balik melihat motor Alden dan pemiliknya secara bergantian. "Naek nih?" ragu-ragu Dewa memandang hampa ke kursi penumpang di belakang Alden. "Iya." Dewa menelan ludah. "Ogah ah lo pasti bakalan ngebut ya kan?" "iya kalo lo gak buru-buru naik." sahut Alden enteng. Dewa menggeleng dramatis. "Tuh kan, wah lo udah ngomong gitu pasti lo bakalan ngebut. Sorry ya Dewa dari segala dewa ini menolak untuk naik." "Alah banyak alasan banget lo. Buruan naik pea panas ini." protes Dio dari kursi penumpang dibelakang Septian. Mereka sekarang ada di parkiran sekolah. Dan atas ide Dewa sendiri, Dewa beserta Dio membuat kesepakatan untuk tidak membawa motor dan memilih nebeng pada Al

