Setiap pijak dan derap kakinya terasa memberat seiring mendekatnya pria bernetra biru kehijauan itu dengan serambi rumah kayunya. Usai seharian penuh turut membereskan kekacauan markas aliansi—termasuk mengukuhkan selubung bersama Battasti, Arcaviar masih merasa ia tidak berhak untuk mendapatkan istirahat. Semestinya, ia kembali melakukan pelatihan intensif demi meningkatkan kemampuan fisik pria itu. Sebagai penerus kerajaan inti Aeradale, di mana rakyat dan para aliansi kini bertumpu hanya padanya seorang, Arcaviar merasa semua kekuatan ini—baik fisik dan mananya—masih belum cukup. Setidaknya aku harus mengambil tiga jam latihan malam ini, pikir pria itu. Ia menarik kepalan tangannya dari sekeliling knop, berniat memutarkan tubuh dan berbalik untuk berlatih. Akan tetapi, saat ia mendon

