Secercah kesedihan kala Claec Diomedes menatapnya seakan-akan membuat Arcaviel lupa cara untuk berkata-kata. Ada perasaan asing tetapi familier di saat yang sama, melesak masuk ke lubuk hatinya. Putri Aeradale tidak memiliki ide sama sekali mengapa bisa berperasaan demikian, seperti keprihatinan dan empati tanpa sebab karena netra biru gelap Claec menyimpan terlalu banyak hal di sana. Untungnya, perasaan itu dapat cepat-cepat ia tampik ketika Claec berusaha untuk memosisikan tubuhnya duduk di atas dipan tanpa suara. Hati Arcaviel langsung tergerak membantunya. Ia lalu beringsut maju dan membantu Claec dengan menopang lengan pria itu ke sisi lehernya. Ketika punggung kukuh pria bersurai biru dongker dan beraroma kayu manis itu telah bersandar di kepala dipan, Claec kembali menolehkan kepal

