52. Tidak Terkendali

2014 Kata

Perbincangan di antara ketiganya baru berlanjut setelah Drago menuntaskan porsi kesekiannya. Kali ini, duduk berkumpul di atas sofa merah sebuah ruang tamu berdinding hitam kelam, ketiga sosok itu—Arcaviel, Reeval, dan Drago—kembali dalam gestur serius. Putri Aeradale dan si kesatria pria kakaknya tampak duduk bersisian, sedangkan Drago duduk seorang diri menghadap kedua sejoli itu. “Putri, apa kau pernah mengunjungi rawa-rawa?” tanya Drago, mengawali percakapan mereka tanpa berpikir panjang. Arcaviel tengah memiringkan tubuhnya sedikit lebih dekat dengan Reeval ketika pertanyaan itu terlontar dari mulut Drago. Gadis bersurai cokelat pirang itu akhirnya mengurungkan niat untuk memungut sebuah bantal berbulu halus di sisi lain Reeval, kemudian menggulirkan netra birunya ke atas sejenak—me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN