Secara ajaib, legiun makhluk terang itu menguasai raga keduanya hingga menjadi paling bersinar di antara yang lain. Arcaviel maupun Reeval sama-sama merasakan terang itu dari balik pejam mereka. Putri Aeradale berniat mengusung kakinya mundur selangkah dari Reeval, ingin menyaksikan apa yang tengah terjadi di dalam dunia naga bayangan. Akan tetapi, lengan Reeval justru menarik pinggangnya semakin erat. Ia sama sekali tidak terusik dengan terang tersebut. Bibir ranum gadisnya terlampau manis. Semua ketakutan yang ia rasakan sebelumnya terbayar telak hanya melalui ciuman ini. Jiwanya kini terasa dihantam oleh badai ketenangan. Sekali saja, ia ingin berlaku egois—tidak benar-benar mau melepaskan gadisnya hingga bermenit-menit kedepan. Kendati sempat ingin meminta Reeval berhenti karena malu

