Bab 36

1001 Kata

Saat pagi menyapa, Revan berolahraga pagi dengan penuh semangat. Maklum baru jadian jadi raut muka cerah tergambar padanya. Ada rasa berbunga-bunga seperti remaja. Revan merasa bahwa jiwa mudanya membara. Pagi ini pun telah chatting dengan kesayangan. Hmm meski begitu ada rasa kecewa ketika pujaan hatinya bilang izin karena ada urusan penting. Namun setelah mengetahui penjelasan dari Jose akhirnya mulai paham bahwa urusan ini memang darurat. Revan juga memahami bahkan berkhayal andaikan saja dirinya menikah. Seperti memang dimabuk kasmaran. Setelah bersiap Revan mulai harinya di kantor. Banyak sekali proyek yang harus direview dan dikerjakan. *** Sementara itu Rania dan Tania mulai sibuk dengan urusan kuliah dan juga WO. Jadwal mereka tambah sibuk. "Kita kuliah dulu, baru setelah itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN