Rania kembali fokus pada pekerjaan. Dengan semangat yang ada berusaha menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin. Hingga tak menyadari Revan memperhatikan dari jauh . Suasana hati yang tadi kelambu menjadi cerah. Revan memang semakin yakin bahwa ada perasaan yang tak biasa pada bawahan yang suka membantah perintah. Setelah mengawasi secara diam-diam, Revan kembali ke ruangannya. Revan memikirkan beberapa kemungkinan yang ada. Termasuk jatuh cinta pada perempuan yang selalu membuat dirinya kesal. Berbanding terbalik dengan Revan yang mulai memikirkan tentang cinta. Rania masih disibukkan dengan belajar dan bekerja. Kini Rania merapikan diri dan bersiap pulang. Jose menunggu di lobi, keduanya pun pulang bersama. "Kak, tumben jam segini sudah pulang" ucap Rania melihat jam tangannya. "Ya bos

