Beberapa pakaian berserakan di lantai. Dua insan itu telah selesai menikmati permainan penuh peluh dan desah. Mereka keletihan, lalu berbaring sambil berpelukan. Dei meletakkan kepalanya di d**a bidang Enrique. Ia bisa mendengar detak jantung pria itu, bergema bagai irama yang menenangkan. Enrique menggenggam tangannya, dengan ibu jari mengelus lembut punggung tangannya, lalu mengecupnya. Dei mendongak, menatap kekasihnya, tersenyum lembut. "Makanan apa yang kau suka?" Enrique menurunkan pandangannya pada gadis itu. "Kenapa bertanya?" "Aku ingin menjadi istri yang bisa memasakkan makanan untukmu," jawab Dei tersipu. "Benarkah?" tanya Enrique, rasanya hati ini seperti tenggelam dalam lautan kebahagiaan. "Aku akan memakan semua yang istriku masakan." "Semua?" tanya Dei heran. "Em ... k

