Feel Blue

1063 Kata

Sejak pagi, Enrique sudah sibuk dengan pekerjaan. Baru saja ia selesai melakukan pertemuan dengan pemilik lahan yang diincarnya untuk melakukan proyek pembangunan kantor pusat produk perlengkapan rumah. Lusa, ia akan menemui Mr. Jang di Seoul untuk membicarakan soal kerja sama proyek itu. Ia tersenyum kala memikirkan sebuah ide sambil berjalan ke kantornya, dengan diikuti oleh sekretarisnya. Saat mencapai ruangan, sang sekretaris dengan sigap membukakan pintu, lalu mempersilakan Enrique masuk ke dalam ruangan. "Tian, dua tiket untukku, lalu urus passport-nya!" perintah Enrique sambil berjalan menuju kursinya. Pria klimis itu tentu tahu untuk siapa tiket dan passport itu. Oleh karena itu, dia mencatat perintahnya tanpa menanyakannya lagi. "Baik, Pak. Apa ada lagi perintah untuk saya?" "Tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN