Malam minggu, sendirian, cuma menikmati mie goreng dan telur, lalu menonton film dari saluran TV kabel di ruang tamu. Makanan sudah habis, tapi film masih memutar adegan romantis antar tokoh utama. Melihat adegan itu, Dei jadi muram. Diliriknya tempat yang ada di sekitarnya. "Sepi," keluhnya, menghela napas panjang. Lalu, ia lirikan matanya teralihkan pada ponsel di sampingnya. "Ke mana sih dia? Eh! Kok jadi mikirin Enrique, ya?" Kangen, memang seperti itulah kenyataannya. Namun, Dei membantah keras perasaan itu. Berkali-kali dalam hati bilang: "Nggak! Ini bukan kangen! Memangnya salah kalau tiba-tiba memikirkannya? Kadang, bayangan wajah si Smith cupu aja suka terlintas dalam otak." Dei fokus lagi dengan film, memeluk kedua kakinya, lalu memangku dagu di atas dengkul. Adegan ciuman t

