Pergi bersama dengan Enrique? Andai hidupnya tak sepelik ini, ia akan mengangguk iya tanpa ragu. Namun, ia harus menolaknya dengan tegas. Pria itu harus sadar bahwa hubungan mereka sudah berakhir. "Lupakan aku Enrique," ucap Deirdre, suaranya serak dan air matanya meleleh di pipi. "Aku bukan wanita yang pantas untuk berada di sisimu." Rahang Enrique mengeras, tatapannya marah. Ia tak mau dengar, ia tak mau mengerti. Kepalanya digelengkan, membantah semua yang dikatakan Deirdre. Masa bodo dengan takdir ini, persetan dengan status sosial mereka, biarkan saja jika keluarganya murka padanya. Ia sudah dewasa untuk menentukan jalan hidupnya. Dipereratnya pegangan tangan yang mengekang kedua lengan Deirdre. Tanpa bisa dielak, ia langsung mengecup bibir Deirdre. Mata gadis itu mendelik, sponta

