"Doa laksana anak panah yang dilepaskan ke langit, meski kadang tak tepat sasaran, tetapi dia akan selalu kembali ke bumi membawa harapan. Tak ada doa yang sia-sia. Tuhan tahu apa yang terbaik untukmu. Dia akan berikan di saat kamu membutuhkannya." =============== "Ini hakmu, Dek. Ambillah." Arsen meletakkan sebuah buku tabungan ke atas meja. "Aku ngga butuh ini." Arsen membelai rambut Gayatri yang tertidur di pangkuannya. Batita itu terlihat sangat lelah setelah bermain seharian dengannya. Arsen meminta Lintang untuk membawa putri mereka ke sebuah taman kota. Di sana ketiganya menghabiskan hari dengan bermain dan menyenangkan hati Gayatri. Lagi-lagi ada perih yang menggores hati Lintang. Andai semua prahara itu tidak pernah terjadi, tentu saat ini mereka adalah keluarga yang sempurna.

