Untuk sesaat mereka saling berpandangan tanpa ada satu pun dari mereka yang ingin membuka suaranya. Dalam hati Rose menyesali suasana diantara dirinta dan Joe. Keakraban yang mereka miliki sebagai saudara ipar hilang dalam sekejap mulai hari ini. Tak ada lagi canda dan tawa seperti ketika mereka bertemu secara tidak sengaja di Bogor kala itu. "Ini kamar kalian," kata Rose dengan kening bertautan. Pikirannya masih tidak menerima fakta jika dirinya akan menempati kamar Joe dan Jasmine. "Ya. Dan mulai malam ini akan menjadi kamar kita," jawab Joe tanpa mengalihkan tatapannya dari mata Rose. Tidak nyaman dengan tatapan tersebut, Rose membuang wajahnya dan menarik koper miliknya yang tadi dibawakan oleh Joe. "Aku akan mencari kamar lain. Kamar tamu di bawah, kan?" Tanpa diduga tangan Joe

