12. Ayo Bersenang-Senang

1010 Kata

Ivone langsung menelisik kondisi luar melalui jendela. Rupanya tidak ada siapa pun. Bulu kuduknya tetiba berdiri. Ia pun segera menutup jendela. Segera ia berlari keluar kamar, menemui Kusnul. “Bu! Aku nanti tidur di kamar Ibu ya?” “Kenapa? Tumben?” “Pengen aja.” *_* Beberapa hari ini, Ivone merasa ada yang mengintai atau mengikuti. Entah siapa. Atau mungkin hanya perasaannya saja. Wanita itu selalu memasang kewaspadaan. Sampai-sampai tidak berani tidur sendiri dan selalu tidur di kamar sang ibu. “Kenapa perasaanku nggak enak terus, ya? Seperti ada tatapan yang selalu mengintai. Kurasa ini ulah Sam. Pria itu mengincar karena ingin menghabisiku.” Ivone meraba tengkuk. Merinding. “Tapi buat apa dia melakukan itu? Bukankah udah kuselamatkan nyawanya? Atau mungkin karena dia takut a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN