“B-baik, Dok.” Ivone mengangguk lemah. Ia lantas kembali mengekor pada ranjang Leni yang dibawa keluar. Leni masih kembali ke IGD sambil menunggu keluarganya datang sekaligus menunggu berkas untuk masuk ruang rawat inap. “Kira-kira apa sakitku parah ya, Iv? Sampai-sampai kamu diminta menemui dokter?” tanya Leni resah. “Insyaallah enggak. Mbak Leni yang tenang, cukup berbaik sangka. Semoga semua baik-baik aja.” Leni mengangguk. “Tapi tetep aja takut. Kenapa nggak ngomong langsung? Justru minta kamu menemui dokternya?” “Entahlah, mungkin ada sesuatu lain hal.” Ivone tersenyum, menenangkan. Padahal ia sendiri juga ketakutan parah. Ia bertanya-tanya. Mungkinkah Sam tahu itu dirinya? Sampai-sampai disuruh menemui langsung. Beberapa saat kemudian, keluarga Leni datang. “Ibuku udah data

