“Saya–“ “Bu ....” Ivone memotong. “Ibu pasti sembuh kok. Aku yakin. Jadi, jangan minta yang aneh-aneh. Apalagi sampai membuatku malu begini. Kesannya ini kayak Ibu memohon agar Sam menikahiku. Memalukan, Bu.” Rasyidah meraih lengan Ivone, mengelusnya lembut. “Nggak usah malu. Toh kamu sama Tuan Sam sudah dilamar, kan? Pertunangan dan pernikahan juga sudah disusun sama Tuan Sam. Jadi, nggak apa-apa kalau dimajukan.” Sam mendekat. “Ibu benar. Saya malah lebih suka kalau dimajukan. Justru ini yang saya suka.” Pernyataan Sam justru membuat Ivone merinding. Itu bukan kalimat manis, tetapi lebih ke beraura mistis. “Alhamdulillah. Lihatlah, Iv. Nak Dokter sama Bu Rasyidah sudah setuju. Malah kamu yang berkelit terus.” “Ya karena aku yakin Ibu bakal sembuh. Kayak biasanya. Jadi nggak perlu

