Hanya sekilas, tetapi sukses membuat Ivone membeku sesaat. Sebelum akhirnya ia sadar dan memukul lengan kekar Sam dengan membabi buta. “Fitnah! Sam fitnah, Bu! Dia yang m3sum!” pekik Ivone. Tangannya yang terus memukul, akhirnya dicekal oleh Sam. “Kamu udah mencuri ciuman pertama saya!” teriak Ivone lagi sambil mengucek bibirnya dengan jari. Untung lipstiknya tidak berlepotan. Sam melepaskan cekalan di tangan, lalu menegakkan tubuh. Ia membenahi bajunya dengan santai. “Yakin itu ciuman pertama?” “Iyalah! Kamu pikir saya cewek apaan! Suka mengobral bibir? Mengobral tubuh?” Sam tersenyum mengejek. “Mana mungkin. Katanya punya pacar. Pacaran tidak mungkin tidak melakukan apa pun. Minimal pernah HS.” “Oh sorry, saya bukan wanita diskonan seperti itu!” “Saya tidak percaya.” Ivone menc

