Bab.17 Kebetulan

586 Kata

  Begitu Merari memasuki pintu ruangan Riyadi, dia langsung merasa suasana yang aneh.   “Pak Riyadi, apakah Anda mencari saya?” Merari berjalan ke mejanya dan melihat wajah Riyadi yang kaku.   Baru saja melecehkan, sekarang masih memasang ekspresi seperti ini. Apakah aku berutang padamu di kehidupan sebelumnya? Merari bergumam di dalam hatinya.   "Merari, jangan berpikir karena aku pernah tidur denganmu sekali, maka kamu bisa merayuku melakukannya lagi. Aku beri tahu, aku tidak seperti yang kamu pikirkan!" Riyadi memperingatkan Merari dengan dingin.   Beberapa kata ini membuat Merari kesal, Merari langsung tidak bisa menahan amarahnya dan berkata, "Pak Riyadi, saya tidak tahu apa yang membuat Anda memiliki ilusi bahwa saya ingin merayu Anda. Sekarang saya beri tahu Anda, bahkan jika An

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN