Kata-kata Riyadi membuat Merari mengerutkan keningnya. Seakan-akan Riyadi menaruh bom waktu di telapak tangannya. Pria ini sungguh kejam karena jika Merari tidak setuju menikah dengan Riyadi, maka dia tidak mungkin bisa melahirkan anak itu, dan pada akhirnya dia sendiri yang harus membunuh anak itu. Meskipun Merari sangat mementingkan harga diri dan prinsipnya, tapi jika berhadapan dengan hidup anaknya, dia pasti lebih mementingkan anaknya. Menatap Kantor Catatan Sipil yang semakin dekat, Merari menoleh ke Riyadi dan berkata, "Saya tidak setuju dengan pasal ketujuh perjanjian ini." Dia merelakan harga diri dan perasaannya agar bisa melahirkan anaknya, tentu saja dia tidak bisa membiarkan hal ini direnggut begitu saja seperti yang tertulis dalam perjanjian. Riyadi mengerutkan

