Part 23

1892 Kata

“Wa, Pak Ansell belum pulang juga?” Bi Elen mengusap matanya, ia baru saja terbangun dan ingin mengambil air putih di dapur. Terkejut ketika melihat sang majikan masih berada di ruang keluarga ditemeni dengan cahaya televisi yang menyela namun suara yang nyaris tidak ada. “Belum, Bi,” jawab Anwa menghela nafas gusar, ia mematikan televisi dari remot. Sejujurnya, ia tidak menikmati acara televisi karena rasa khawatir pada sang suami yang belum pulang dan tak kunjung mengabarinya. “Masih ada kerjaan kali di kantornya, Wa,” kata Bi Elen ikut duduk di samping Anwa. “Enggak ngantuk, Wa? Tidur aja, biar Bibi yang nungguin.” “Enggak bisa tidur malah, Bi. Tadi kan nemenin ikut Ray tidur siang.” “Mau Bibi buatin teh?” tawar Bi Elen. “Enggak usah, Bi,” tolak Anwa. “Bibi kalo mau tidur, lanjut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN