Alvaro sampai di depan sebuah sekolah dasar di menit-menit terakhir bel pulang sekolah akan berbunyi. Laki-laki itu berdiri tegap dengan kaca mata hitam, mencari seorang bocah untuk menjemputnya. “Jemput adiknya ya, Mas?” Tiba-tiba seorang wanita yang masih nampak muda menghampiri Alvaro, wanita itu nampak tertarik dengan pria itu terlihat dari sorot matanya yang berbinar. “Iya,” jawab Alvaro singkat. “Kelas berapa, Mas? Siapa tahu sekelas dengan anak saya?” tanya wanita itu lagi sambil menempelkan bagian ujung dadanya ke lengan Alvaro lalu menggeseknya pelan. Alvaro mungkin akan meladeni sang wanita dan mengajaknya menginap satu malam di hotel jika saja ia belum berubah. Tapi, sekarang, sebagai seorang laki-laki, Alvaro mendeklarasikan bahwa ia hanya akan mengejar satu perempuan. “Lh

